Efesus 5:15-17
Dalam menjalani hidup, kita tidak mungkin melepaskan diri dari waktu. Semua yang terjadi dan kita lakukan selalu berlangsung di dalam hitungan dan rangkaian waktu. Karena itu, pertanyaannya bukan apakah kita memiliki waktu, melainkan apakah kita sudah mengelola waktu dengan bijak dalam menjalani hidup ini?
Pertanyaan inilah yang sesungguhnya hendak disampaikan Paulus dalam rangkaian nasihatnya kepada jemaat Efesus terkait bagaimana seharusnya jemaat menjalani hidup sebagai anak-anak terang. Dalam bagian ini, ada dua hal penting yang Paulus tekankan, yakni:
- Hidup Berperilaku Bijak, Bukan Bebal
Hidup sebagai anak-anak terang bukan hanya ditunjukkan melalui perilaku yang baik di lingkungan orang-orang percaya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di luar lingkup gereja. Karena itu Paulus menasihati jemaat, “Perhatikan dengan seksama, bagaimana kamu hidup”. Ungkapan “perhatikan dengan seksama” menunjukkan bahwa jemaat diminta untuk hidup dengan penuh kehati-hatian. Artinya, mereka tidak hidup secara sembarangan, tetapi sungguh-sungguh memerhatikan cara hidup dan perilaku mereka.
Paulus menganalogikan sikap ini dengan dua gambaran, yaitu:
- Cara hidup orang bijak
- Cara hidup orang yang mengerti kehendak Tuhan
Mengapa? Karena baik orang bijak maupun orang yang sungguh memahami kehendak Tuhan tidak akan sembarang berbicara dan bertindak, apalagi menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Mereka akan selalu berpikir dengan cermat sebelum bicara maupun bertindak, agar seturut dengan kehendak-Nya!
- Menebus Kesempatan, Bukan Menyia-nyiakan
Di awal sudah dijelaskan bahwa hidup tidak dapat dilepaskan dari waktu, maka nasihat Paulus selanjutnya berkaitan dengan bagaimana waktu harus digunakan secara efektif dalam menjalani hidup kita sebagai anak-anak terang.
Di ayat 16, Paulus menasihati agar jemaat Efesus dan kita semua “mempergunakan waktu yang ada”. Dari frasa ini, terdapat 2 penekanan penting, yakni kata “mempergunakan” (Yunani: exagorazomenoi = redeeming) dan kata “waktu” (Yunani, kairon). Yang ingin disampaikan Paulus ialah kita harus menebus atau memborong atau mengambil dengan cepat semua kesempatan yang bisa diambil untuk hidup bijak sesuai kehendak Tuhan.
Mengapa demikian? Alasannya karena hari-hari ini jahat. Maksudnya, waktu yang kita jalani (kronos) selalu menggoda kita untuk hidup dalam kegelapan, maka dalam tiap kesempatan (kairos) yang tidak terulang, harus cepat diambil agar tidak berlalu sia-sia dan memakainya untuk menyatakan hidup bijaksana sesuai kehendak Tuhan.
Kiranya sebagai anak-anak terang, kita semua terpanggil untuk hidup dengan penuh kehati-hatian, bijak mengelola waktu, dan setia hidup bijak seturut kehendak Tuhan dalam setiap kesempatan yang dianugerahkan-Nya bagi setiap kita. Amin!
Dibuat oleh: Pdt. Em. Widianto Jong