CINTA KEPADA PERSEKUTUAN

CINTA KEPADA PERSEKUTUAN

Kisah Para Rasul 2:42-47

Kitab Kisah Para Rasul, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 1 ayat 1, ditujukan kepada Teofilus yang mulia, sambil mengungkapkan tentang bukunya yang pertama. Jika kita memperhatikan Injil Lukas pasal 1:1‑4, jelas bahwa Injil Lukas juga diarahkan kepada Teofilus. Hal ini menunjukkan bahwa Injil Lukas adalah buku pertama, serta sekaligus mengungkapkan bahwa penulis Kitab Kisah Para Rasul adalah Lukas. Dalam karyanya, Lukas menegaskan bahwa seluruh tulisannya merupakan berita dari peristiwa yang benar-benar terjadi serta bersumber dari saksi mata (sumber primer), didasarkan pada metode riset yang teliti, dan disajikan secara teratur. Karena itu, kebenaran tentang cinta kasih jemaat dalam persekutuan yang kita baca merupakan fakta nyata dalam kehidupan jemaat. Firman Tuhan yang menjadi dasar renungan hari ini menyajikan beberapa prinsip penting mengenai cinta kepada Persekutuan.

  1. Menurut ayat 41‑42, Cinta kepada persekutuan itu muncul dari hati orang‑orang yang telah menerima firman, mengenal Tuhan dan menjadi umat yang dikasihi-Nya. Cinta kepada persekutuan ini mewujud dalam ketekunan membaca dan mempelajari firman Tuhan melalui ajaran rasul‑rasul, melalui kehidupan bersama serta melalui doa. Bersekutu, membaca firman, dan berdoa merupakan manifestasi nyata dari kecintaan umat dalam Persekutuan dengan Tuhan dan sesama orang percaya. (koinonia)
  2. Dalam ayat 43‑46, kecintaan pada Persekutuan berdampak luas hingga mencakup kepedulian terhadap kebutuhan sesama anak Tuhan. Pada masa kehidupan umat Tuhan yang penuh tekanan, penganiayaan, dan pembatasan bagi pengikut Kristus, banyak anggota jemaat mengalami Karena itu, anggota Persekutuan yang memiliki kelebihan, berbagi secara sukarela dengan sesama anggota persekutuan, Ini bukan sedekah, melainkan menganggapnya sebagai “milik bersama” yang dibagikan dengan kasih. Sebuah konsep kebersamaan yang lahir dari hati yang mencintai Tuhan dan rekan‑rekan se‑Persekutuan (diakonia).
  3. Pada ayat 47, cara hidup yang baik, kasih yang tulus antar‑anggota Persekutuan, serta ibadah dan pujian kepada Tuhan menarik perhatian dari orang‑orang di luar Persekutuan yang Karena itulah disebutkan bahwa “mereka disukai”, bahwa orang di luar Persekutuan melihat, mendengar, dan merasakan nilai indah dari Persekutuan tersebut. Lukas menuliskan dengan jelas bahwa kesaksian kehidupan sehari-hari dari persekutuan umat Tuhan ini menarik banyak orang untuk datang kepada Tuhan dan memperoleh keselamatan (marturia).

Pertanyaan sederhana ialah bagaimana dengan kita, sebagai jemaat Tuhan? Kiranya cara hidup jemaat mula-mula yang sangat mencintai Persekutuan, menjadi bagian dari kita sebagai jemaat Tuhan pada masa kini. Amin!

Dibuat oleh: Pdt. Em. Dennie O. Frans