Kisah Para Rasul 17:22-34
Dalam Kisah Para Rasul 17:22-34, Paulus sedang berada di kota Athena yang menjadi pusat filsafat dan kebudayaan Yunani. Banyak patung dewa dan altar penyembahan di sana, tetapi Paulus menemukan ada satu mezbah yang bertuliskan: “kepada Allah yang tidak dikenal.” Dari titik itulah Paulus mulai memberitakan Injil. Yang menarik adalah Paulus tidak langsung menyerang budaya mereka. Ia memulai dari apa yang mereka kenal selama ini, lalu mengarahkan mereka kepada kebenaran tentang Allah yang sejati. Ini menyatakan bahwa pemberitaan Injil bukan tentang mempersalahkan orang lain, tetapi membawa manusia untuk mengenal Tuhan yang benar dengan cara yang benar.
Ayat 24 menegaskan bahwa Allah yang sejati adalah Pencipta langit dan bumi. Ia tidak tinggal di kuil buatan tangan manusia dan tidak bergantung pada penyembahan atau pelayanan manusia, tetapi sebaliknya manusialah yang hidup karena Allah. Di tengah budaya yang mempercayai banyak dewa, Paulus menegaskan hanya satu Allah yang berdaulat atas segala sesuatu.
Ayat 25-29 ditegaskan oleh Paulus bahwa Allah juga yang memberi nafas, hidup, dan segala sesuatu kepada manusia. Ini berarti bahwa hidup manusia bukanlah milik mereka sendiri, tetapi anugerah Allah. Itulah mengapa manusia memang diciptakan untuk mencari Tuhan. Namun, dosalah yang membuat manusia mencari kepuasan di luar Allah. Tetapi, mezbah “kepada Allah yang tidak dikenal” menunjukkan kekosongan hati manusia di tengah-tengah mencari kepuasan tersebut dan memiliki hasrat untuk kembali kepada penciptanya.
Puncak kotbah Paulus terdapat pada ayat 30-31. Paulus menyatakan bahwa sekarang Allah memanggil semua orang untuk bertobat karena Allah telah menetapkan hari penghakiman melalui Yesus Kristus yang dibangkitkan dari antara orang mati. Kedatangan Yesus menjadi pernyataan bahwa Allah yang tidak dikenal itu telah menyatakan diri-Nya kepada manusia dan menyapa dunia dengan kasih yang sejati.
Setelah mendengar tentang kebangkitan, respons orang-orang berbeda-beda. Ada yang mengejek, menunda, bahkan juga menerima dan percaya (ay. 32-34). Respons ini juga yang terjadi sampai hari ini.
Kiranya kita sebagai orang percaya boleh sungguh-sungguh menghidupi Kristus di dalam diri kita. Begitu banyak orang di luar sana yang memiliki hasrat untuk kembali kepada Allah yang tidak mereka kenal. Tetapi Kristus telah menyatakan diri-Nya, dan melalui kitalah Kristus dapat mereka kenal dengan benar. Apapun yang menjadi respons dari orang-orang di sekitar kita, tetaplah setia memberitakan tentang kasih karunia Kristus yang telah menyapa dunia. Amin!
Dibuat oleh: Bp. Reagan