DISAMBUT, BUKAN DIHALANGI

DISAMBUT, BUKAN DIHALANGI

MATIUS 19:13-15

Sering kali dalam kehidupan bergereja, anak-anak dianggap sebagai pengganggu karena suara mereka yang ribut atau tingkah mereka yang aktif. Mereka dianggap belum mengerti banyak hal sehingga kehadiran mereka seringkali diabaikan.

Dalam pembacaan firman Tuhan ini pun demikian, ketika orang tua membawa anak-anak mereka kepada Yesus untuk didoakan dan diberkati, para murid justru menghalangi mereka (ay. 13). Tindakan para murid ini bukan tanpa alasan. Pada zaman itu, anak-anak dipandang belum memiliki status sosial yang penting. Mereka dianggap belum dewasa, belum mampu menaati Taurat sepenuhnya, dan belum memahami perkara-perkara rohani. Karena itu, urusan Kerajaan Allah lebih dianggap sebagai urusan orang dewasa, khususnya laki-laki dewasa. Akibatnya, anak-anak sering kali tidak menjadi prioritas dalam kehidupan keagamaan.

Namun, Yesus memiliki pandangan yang berbeda. Ia berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku” (ay. 14). Yesus tidak menolak anak-anak, melainkan menyambut mereka dengan penuh kasih dan menegaskan bahwa orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga. Artinya, kerajaan surga bukan diberikan kepada mereka yang merasa paling besar, melainkan kepada mereka yang datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, ketulusan dan kepercayaan penuh seperti seorang anak kepada bapanya. Dari respons Tuhan Yesus ini kita belajar:

  1. Setiap Anak Berharga di Mata Tuhan

Yesus tidak menolak anak-anak, tetapi menyambut mereka dengan penuh kasih. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak sangat berharga di mata Tuhan. Mereka bukan sekadar pelengkap dalam gereja, melainkan pribadi yang dikasihi Allah dan sedang dipersiapkan untuk mengenal-Nya. Sebagaimana firman Tuhan dalam Yesaya 43:4, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku…”, setiap anak memiliki nilai yang besar di hadapan Tuhan, dan dalam Mazmur 127:3 yang mengatakan bahwa anak-anak adalah anugerah dan pusaka dari Tuhan, serta buah kandungan adalah upah.

  1. Gereja harus Menyambut dan Melayani Anak-anak

Sikap Yesus menjadi teladan bagi gereja masa kini. Gereja dipanggil untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak-anak agar mereka dapat mengenal Tuhan. Bentuk nyatanya adalah dengan menciptakan lingkungan yang ramah anak, mendukung pelayanan Sekolah Minggu dengan membekali guru-guru Sekolah Minggu dalam menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak, serta mendorong orang tua untuk senantiasa berpartisipasi aktif  membawa anak-anak bertumbuh dalam iman.

Anak-anak bukan masa depan gereja semata, tetapi juga bagian dari gereja saat ini. Mereka perlu diterima, diperhatikan, dan dibimbing untuk mengenal Yesus sejak dini. Dalam Matius 18:10a mengatakan “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.”

Melalui bagian firman ini, Tuhan mengingatkan kita agar tidak menjadi seperti para murid yang menghalangi anak-anak datang kepada Yesus. Sebaliknya, marilah kita menjadi pribadi yang menyambut, membimbing, dan mengarahkan anak-anak sejak kecil untuk datang kepada Kristus. Amin.

Dibuat oleh: Pdt. Susi Sihaloho