KUASA PERKATAAN

KUASA PERKATAAN

Efesus 4:29

Di media sosial banyak sekali muncul kata-kata yang kasar, tajam, menyakitkan yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak disukainya. Orang bisa mengatakan apa saja di media sosial, baik kata-kata yang negatif ataupun kata-kata yang positif. Di tengah zaman dengan kemajuan media sosial, kata-kata apa yang hendak kita katakan sebagai orang-orang percaya?

Efesus 4:17-32, Paulus berbicara tentang manusia baru; mengatakan kepada jemaat di Efesus ketika mereka sudah ada di dalam Kristus harus menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan. Termasuk dalam hal berkata-kata.

Yakobus 3:9, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Lidah adalah bagian tubuh yang kecil, namun kata-katanya dapat untuk memegahkan hal-hal yang besar, juga dapat mengeluarkan kata-kata yang jahat dan penuh racun yang menghancurkan dan mematikan manusia.

Paulus memberikan peringatan kepada orang-orang percaya bagaimana mereka seharusnya menggunakan perkataannya.

  1. Janganlah perkataan kotor keluar dari mulutmu

Paulus memperingatkan supaya yang keluar dari mulut kita janganlah perkataan yang jahat, yang busuk yang dapat menyakiti hati orang, membuat orang putus harapan, membuat orang marah.

  1. Pakailah perkataan yang baik untuk membangun.

Paulus mengingatkan bahwa kata-kata yang keluar dari mulut haruslah kata-kata yang membangun, artinya kata-kata yang memberikan kekuatan, menghibur, mendukung, serta menguatkan iman orang lain.

Kolose 4:6, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”

Dengan memakai perkataan yang baik dan membangun, maka …

  1. Orang yang mendengarnya akan mendapatkan anugerah

Tujuan utama dengan menggunakan kata-kata yang baik dan membangun akan memberkati orang yang kita ajak bicara dan mengalirkan kasih karunia Allah kepadanya.

Memang tidak mudah untuk berubah dari sifat-sifat lama yang buruk menuju pada sifat-sifat yang baik. Butuh waktu dan tekad untuk mau berubah, dan tentunya butuh pertolongan dari Roh Kudus, dan melatih diri kita atau membiasakan untuk berkata-kata yang baik.

Mari di bulan budaya ini kita bertekad membudayakan dalam kehidupan kita dengan mengucapkan kata-kata yang positif, yang membangun, menguatkan, menghibur dimanapun kita berada dan dalam menuangkan kata-kata di media sosial.  Sehingga, hidup kita menjadi berkat dan dapat membawa orang yang belum percaya datang kepada Kristus. Amin.