Pengkhotbah 3:11-15
Selamat ulang tahun ke-98 Gereja Kristus Ketapang! Segala puji syukur atas kasih dan penyertaan-Nya atas perjalanan 98 tahun Gereja Kristus Ketapang. Banyak perubahan sudah terjadi, generasi berganti, pelayan berganti, sistem/cara bisa berganti, tetapi kasih setia-Nya tetap tidak berubah sampai hari ini. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat. 3:22-23).
Hari ini kita merenungkan nas Pengkhotbah 3:11-15. Membaca kitab Pengkhotbah mungkin bisa membingungkan karena kalimat-kalimat kunci di dalamnya berisi tentang “kesia-siaan belaka”. Diawali dan diakhiri dengan kesia-siaan (Pkh. 1:2; 12:8), bahkan kata-kata tersebut diulang-ulang di banyak bagian dalam kitab ini, “Segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.” Bila salah mengerti membaca kitab ini akan membuat pembaca bingung bahkan frustrasi karena menganggap semua yang ada di dunia adalah sia-sia. Lalu, apa sebenarnya maksud penulis kitab ini? Banyak hal yang dapat kita pelajari melalui nas kita hari ini, tetapi dalam waktu yang singkat mari kita akan belajar 3 kebenaran kekal:
- SUMBER ANUGERAH: TUHAN YANG BERDAULAT (ay. 11).
Ayat 11, Ia memberi kekekalan dalam hati manusia. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah, dari awal sampai akhir. Tuhan berdaulat berarti Allah memiliki otoritas penuh atas apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi di masa depan dalam setiap musim kehidupan manusia.
Yakobus 1:16-17a, “Saudara saudaraku yang terkasih, jangan sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, turun dari Bapa segala terang.”
- SENI MENIKMATI ANUGERAH TUHAN (ay. 12-13).
(12) Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. (13) Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. Belajar menerima dan menikmati anugerah kebaikan Tuhan dengan bijak dan rasa cukup tanpa hidup berlebihan. Rasa cukup akan menimbulkan rasa syukur dan berterima kasih kepada Sang Pemberi.
- TUJUAN ANUGERAH TUHAN: MANUSIA TAKUT AKAN DIA (ay. 14).
Ayat 14, Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. Anugerah Tuhan sudah terbukti ribuan tahun karena Ia hadir dalam setiap musim kehidupan. Tuhan selalu melakukan bagian-Nya, sementara kita melakukan bagian kita dengan hidup mengandalkan dan takut akan Dia.
Puji Tuhan, selama 98 tahun berjalan Tuhan telah dan selalu memimpin GKK dengan anugerah-Nya. Di depan biarlah kita selalu mengandalkan Tuhan. Bersyukur bahwa GKK dapat melakukan berbagai macam pelayanan dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat Jakarta, Indonesia, dan dunia. Amin!
Dibuat oleh: Pdt. Em. Setiawan Sutedjo