KESOMBONGAN MEMBAWA KEJATUHAN

KESOMBONGAN MEMBAWA KEJATUHAN

Kejadian 3:1-7 dan 1 Petrus 5:5b-6

Kesombongan yang merupakan tema dari Firman Tuhan hari ini adalah bermula dari kejatuhan Adam dan Hawa. Kalau kita melihat kejatuhan dua manusia pertama ini, maka kita tidak sekedar menemukan ketidaktaatan mereka dengan memakan buah yang dilarang oleh Allah. Di balik dari kejatuhan mereka ada dosa yang menjadi penyebab utama, yaitu kesombongan. Apa itu dosa kesombongan jika menurut konteks kisah kejatuhan Adam dan Hawa?

  1. Tidak ingin campur tangan Tuhan

Kesombongan Adam dan Hawa dimulai ketika Hawa tergoda oleh perkataan ular yang merupakan representasi dari Iblis. Ular berkata kepada Hawa dalam Kejadian 3:4-5 bahwa jika Hawa memakan buah terlarang tersebut maka bukan hanya tidak akan mati namun akan menjadi seperti Allah. Kalimat ini adalah kalimat pamungkas yang sepertinya membatalkan konsekuensi dari memakan buah terlarang yang Allah sampaikan kepada mereka, yaitu mati. “Tidak mati dan seperti Allah” berarti mereka mulai meragukan kebaikan Allah dan tidak ingin Tuhan mencampuri kehidupan mereka lagi. Inilah kalimat kunci kejatuhan Adam dan Hawa. Jemaat sekalian, ketika kita hidup mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak mau mengandalkan kekuatan Tuhan sesungguhnya kita sudah jatuh dalam dosa kesombongan.

  1. Tidak bersyukur atas apa yang Tuhan sediakan

Sebelum Tuhan menciptakan manusia, Tuhan sudah mempersiapkan semuanya. Adam dan Hawa tidak menyadari hal ini sehingga mereka tidak mengucap syukur atas apa yang Tuhan sudah perbuat dan berikan bagi mereka. Ketidakmampuan untuk mengucap syukur inilah yang membuat mereka merasa tidak cukup dengan apa yang mereka sudah miliki, sehingga mereka memakan buah yang dilarang oleh Allah. Inilah yang dilakukan oleh Adam dan Hawa meremehkan apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup mereka. Demikian pula dengan kita. Ketika dalam kehidupan ini kita lupa bagaimana Tuhan telah dan terus memberkati kita, maka kita tidak akan mampu mengucap syukur sehingga kita merendahkan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita.

Dibuat oleh: Pdt. Cahyono Candra