Lukas 19:1-10
Marilah kita ingat-ingat sejenak adakah di antara anggota keluarga atau sahabat kita yang belum percaya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dunia? Atau mereka yang dulu kita kenal sudah menjadi orang Kristen, aktif melayani, tetapi sekarang telah undur dan meninggalkan iman percaya kepada Tuhan Yesus? Apa yang telah kita lakukan untuk mereka yang terhilang ini? Mungkin mendoakan. Itu masih lebih baik dari pada tidak melakukan apa pun bagi jiwa yang terhilang ini.
Zakheus adalah orang Yahudi dan seorang kepala pemungut cukai yang kaya. Dia dibenci oleh orang banyak, yaitu orang Israel/Yahudi karena profesi sebagai kepala pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat bangsa, orang berdosa yang tidak memihak kepada rakyat, melainkan kepada penjajah Romawi (ay. 2, 3, 7). Saat itu tidak sedikit pemungut cukai yang memungut pajak lebih besar dari yang seharusnya (bnd. Luk. 3:13). Orang banyak menolak Zakheus, tetapi Yesus tidak menolaknya, justru mau menerimanya (ay. 5). Tuhan Yesus menawarkan keselamatan kepadanya, karena Ia datang ke dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (ay. 10).
Di sekitar kita pun ada banyak orang yang terhilang seperti Zakheus. Dulu sebelum mengenal Kristus, hidup kita pun seperti Zakheus, hidup di dalam kegelapan. Bersyukur Tuhan Yesus telah menganugerahkan keselamatan kepada kita sehingga kita bisa percaya kepada-Nya. Karena itu, janganlah kita menjadi seperti orang banyak yang hanya menghakimi kesalahan orang lain, tanpa membuka tangan menerima orang berdosa, seperti yang Yesus lakukan.
Zakheus membuktikan pertobatannya dengan mengembalikan setengah dari miliknya, serta mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya (ay. 8; bnd. Kel. 22:1). Saat ini maukah Saudara berjanji kepada Tuhan untuk hidup dalam pertobatan dan tidak lagi hidup dalam perbuatan daging? (bnd. Gal. 5:19-21) Terlebih lagi, maukah kita juga mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang seperti yang diteladankan oleh Tuhan Yesus?
Marilah kita meminta hikmat dan kekuatan Tuhan untuk mengasihi jiwa yang terhilang. Tuhan Yesus memberkati.
Dibuat oleh: Pdt. Em. Daniel Lie