MOVE ON, YESUS SUDAH BANGKIT!

MOVE ON, YESUS SUDAH BANGKIT!

Yohanes 20:1-18

Istilah “move on” sering kita pakai untuk menggambarkan usaha meninggalkan masa lalu, entah itu luka, kegagalan, atau kehilangan. Namun dalam kenyataan, move on tidak selalu mudah.  Waktu boleh berjalan, tetapi hati bisa tetap tertinggal di masa lalu.  Banyak orang tetap terikat pada penyesalan, rasa bersalah, atau kesedihan yang belum selesai.  Secara lahiriah tampak baik-baik saja, tetapi di dalam hati masih ada hal-hal yang belum ditinggalkan.

Kisah kebangkitan dalam Yohanes 20:1-18 membawa kita masuk ke dalam situasi yang serupa.  Para murid Yesus sedang berada dalam kondisi tidak bisa move on.  Kematian Yesus bukan sekadar kehilangan seorang guru, tetapi runtuhnya seluruh harapan mereka.  Masa depan yang mereka bayangkan bersama Yesus yang akan memimpin pemberontakan seakan berakhir di kayu salib.  Para murid pria diliputi penyesalan karena telah melarikan diri dan menyangkal-Nya, sementara para wanita tenggelam dalam duka yang mendalam, bahkan ingin segera kembali ke kubur untuk menyatakan kasih mereka kepada Yesus.  Mereka semua terjebak dalam kesedihan, kebingungan, dan kehilangan arah.

Maria Magdalena datang ke kubur dan mendapati batu telah terguling.  Ia mengira tubuh Yesus dicuri, lalu berlari memberi tahu Petrus dan Yohanes.  Kedua murid itu datang, melihat kubur kosong, bahkan Yohanes dikatakan “percaya”, tetapi mereka tetap pulang.  Petrus dan Yohanes memang melihat fakta, tetapi belum mengalami perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit dan hidup.  Dengan kata lain, pengetahuan tentang kubur kosong ternyata belum cukup untuk mengubah hidup mereka.

Berbeda dengan Maria.  Ia tetap tinggal, menangis di luar kubur.  Dalam dukanya, ia bahkan tidak mengenali Yesus yang berdiri di dekatnya.  Namun, segalanya berubah ketika Yesus memanggil namanya, “Maria!”  Pada saat itulah ia berbalik, mengenali Yesus, dan hidupnya diubahkan.  Dari seorang yang larut dalam kesedihan, ia menjadi saksi kebangkitan.  Perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus yang bangkit mengubah arah hidupnya.

Apa yang kita pahami dari kisah ini?  Kebangkitan Tuhan Yesus bukan hanya peristiwa yang diketahui, tetapi perjumpaan yang mengubahkan.  Inilah yang memampukan seseorang untuk benar-benar move on.  Bukan dengan melupakan masa lalu, melainkan dengan berjalan bersama Yesus yang hidup menuju masa depan yang baru.  Kematian seolah menjadi akhir dari segala harapan, tetapi kebangkitan menyatakan bahwa cerita belum selesai—masih ada pemulihan dan pengharapan.

Hari ini, Yesus yang bangkit juga memanggil nama kita, satu per satu.  Ia mengundang kita keluar dari “kubur” masa lalu kita, entah itu dosa, luka, atau penyesalan, lalu melangkah dalam hidup yang baru yang Tuhan rancangkan bagi setiap umat-Nya.  Karena Yesus hidup, kita tidak lagi terikat pada masa lalu sekelam apa pun.  Karena Yesus hidup, selalu ada hari esok yang penuh pengharapan.  Amin.

Dibuat oleh: Sdri. Paula Ch. Mulyatan