SAKSI KEBANGKITAN

SAKSI KEBANGKITAN

Yohanes 20:19-31

Timothy Keller pernah berkata bahwa “Setiap pria dan wanita Kristen adalah pria dan wanita dalam misi.” Tentu yang dimaksud dengan misi di sini adalah untuk bersaksi tentang Injil Kristus, yaitu yang berkait dengan karya keselamatan dalam Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya, seperti yang disebutkan dalam bacaan kita dalam Yohanes 20:19-31, yakni tentang:

  1. Kualifikasi Saksi Kebangkitan Kristus

Sebagai saksi kebangkitan Kristus tentu saja tidak bisa asal. Ada kualifikasi yang paling mendasar yang harus dipenuhi untuk menjadi saksi bagi-Nya, yakni :

  1. Saksi kebangkitan adalah mereka yang memang melihat dan mengalami langsung perjumpaan secara pribadi dengan Yesus yang telah bangkit dan mengimani-Nya dengan sungguh (Yoh. 20:16, 20, 28).
  2. Saksi kebangkitan adalah mereka yang tidak melihat secara langsung, namun mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus yang telah mati dan bangkit dan mengimani-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamatnya (Yoh. 20:8, 29).

Karena itu, menjadi saksi kebangkitan Yesus yang terutama bukan soal fasih lidah atau memiliki berbagai macam karunia, melainkan yang paling mendasar adalah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan sungguh mengimani-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamat.

  1. Panggilan untuk Bersaksi bagi Kebangkitan-Nya

Lalu, apa yang Yesus lakukan ketika Ia menampakkan Diri sesudah kebangkitan-Nya? Sesudah menyampaikan salam, Yesus segera mengutus para murid-Nya agar bersaksi tentang kebangkitan-Nya (Yoh. 20:21). Mengapa demikian? Sebab mereka memang telah memenuhi kualifikasi sebagai saksi kebangkitan Kristus. Bukankah itu juga yang dilakukan oleh Maria Magdalena? Sesudah ia mengalami perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit dan mengimani-Nya, maka Yesus mengutusnya untuk pergi bersaksi, dan Maria segera melakukannya tanpa menunda-nunda (Yoh. 20:17, 18).

Namun sangat disayangkan, hari ini banyak yang mengklaim dirinya sudah mengalami perjumpaan dengan Yesus dan mengimani-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamatnya secara pribadi, bahkan mengklaim telah menerima banyak karunia Roh, tetapi faktanya masih banyak yang enggan bersaksi tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Mengapa begitu? Kiranya masing-masing kita menjawabnya dengan jujur di hadapan-Nya dan mohon agar Tuhan menolong kita untuk sungguh mau bersaksi bagi Dia yang telah mati dan bangkit. Amin!

Dibuat oleh: Pdt. Em. Widianto Yong