ANDALKANLAH TUHAN!

ANDALKANLAH TUHAN!

Apa maksud Yeremia ketika mengatakan: “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”, tetapi “diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN”? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka tentu harus dilihat dari konteks bahwa Yeremia sedang bicara tentang dosa-dosa Yehuda yang tak terbantahkan dan karenanya hukuman Tuhan pasti akan dinyatakan. Sebaliknya, akan ada berkat bagi orang yang sungguh mengandalkan Tuhan. Dari konteks Yeremia 17:5-10 ini, apa sesungguhnya yang ingin disampaikan Yeremia?

  1. Jika mengandalkan manusia dan mengabaikan Tuhan, maka hidup pasti penuh penderitaan.

Apa yang dimaksud dengan mengandalkan manusia dan mengapa perilaku itu dikutuk Tuhan? Kata “mengandalkan manusia” artinya manusia yang menjadi sandaran dan penentu utama dalam tiap rencana dan keputusan yang diambil. Dan itulah dosa yang diperbuat Yehuda, yakni berubah setia, bersekutu dengan bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan dan melakukan penyembahan berhala.

Lalu mengapa perilaku itu dikutuk Tuhan? Pertama, karena hal itu tidak berkenan pada Tuhan dan pasti ada konsekuensinya (ay. 6). Kedua, karena manusia itu punya kelemahan dan terbatas. Kelemahan maksudnya manusia sering memberi harapan tapi akhirnya membuat kita kecewa. Terbatas maksudnya manusia tidak mungkin jadi solusi untuk semua masalah kita. Jadi, jangan mengandalkan manusia atau diri sendiri karena hal itu membuat kita jauh dari Tuhan dan konsekuensinya tidak main-main.

  1. Jika mengandalkan Tuhan dan merendahkan diri, maka hidup akan dipenuhi berkat.

Kalau begitu, siapa yang sepatutnya jadi andalan dan tempat kita menaruh harap? Tanpa ragu, Yeremia menyatakan dengan tegas bahwa TUHAN-lah yang menjadi andalan dan harapan bagi umat-Nya. Mengapa demikian? Alasannya adalah:

Pertama, ia sudah dalam posisi yang benar. Kata “ditanam di tepi air” menunjukkan posisi yang sudah benar dan dekat dengan sumber yang dibutuhkan. Tetapi tetap butuh usaha untuk berelasi agar beroleh apa yang dibutuhkan.

Kedua, karena ada jaminan akan perlindungan Tuhan. Kata “tidak mengalami” dan “tidak kuatir” menunjukkan adanya jaminan perlindungan serta pertolongan Tuhan meski situasinya tidak kondusif sekalipun.

Ketiga, diberkati Tuhan untuk senantiasa produktif. Hidup sebagai orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh  harap kepada-Nya dalam segala hal akan dibuat Tuhan produktif secara konsisten untuk menghasilkan buah. Tapi buah apa yang dimaksud di sini? Buah yang dimaksud adalah sikap dan perbuatan umat yang memperkenan hati Tuhan dan tentunya juga menunjuk kepada berkat-berkat yang dianugerahkan Tuhan bagi orang yang sungguh hidupnya mengandalkan dan menaruh harap kepada-Nya (bnd. Mat. 6:33; Yoh. 15:7).

Maka, jangan lagi kita ragu untuk mengandalkan Tuhan dan menaruh harap kepada-Nya dalam segala hal dan situasi apapun. Amin!

Ayat Alkitab: Yeremia 17:5-10

Dibuat oleh: Pdt. Widianto Yong

Article by Admin