2 Timotius 1:6-8
Hari ini kita memperingati hari Pentakosta, yaitu peristiwa dimana Roh Kudus dinyatakan dalam sejarah manusia. Roh Kudus adalah Allah yang ada sejak kekekalan, namun penyataan dalam sejarah manusia baru diperkenalkan setelah Tuhan Yesus naik ke Surga. Roh Kudus inilah yang meneruskan pekerjaan Allah dalam diri Yesus Kristus, untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, penghakiman, serta memimpin orang percaya dalam menghidupi kebenaran (Yoh. 16:8-13).
Terkait dengan kehidupan orang percaya, Roh Kudus memperlengkapi mereka dengan karunia rohani (1Kor. 12:8-10, Rm. 12:6-8, Ef. 4:11). Melalui karunia itulah, orang percaya menjadi efektif dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Itulah sebabnya dalam perikop kita hari ini, Paulus menguatkan Timotius sebagai orang yang berbagian dalam pekerjaan Tuhan untuk senantiasa “mengobarkan karunia Allah” yang ada padanya (ay. 6). Artinya, Timotius perlu menjaga hatinya senantiasa memiliki kerinduan agar Injil Tuhan dapat dinyatakan dengan menggunakan karunia-karunia yang diberikan Allah.
Tantangan bagi para pengikut Kristus adalah redupnya semangat dalam menyatakan Injil Allah karena takut atau malu, bahkan tergoda oleh daya pikat dunia, sehingga mereka tidak lagi peduli pada pimpinan Roh Kudus dalam hidup mereka. Karena itu, Paulus mengingatkan Timotius bahwa seorang yang dipimpin Roh Allah akan memiliki keberanian menyatakan kebenaran Allah, memiliki kasih akan jiwa-jiwa yang dilayani, dan ketertiban dalam menjaga pikiran kita dari jerat ketidak-kudusan (ay. 7). Jadi, jika kita hidup taat pada pimpinan Roh Kudus, maka hidup kita akan semakin dibentuk menjadi hidup yang kuat di tengah pergumulan, penuh kasih dan ketertiban karena selalu dimurnikan oleh Roh Kudus.
Jemaat sekalian, bagaimana kondisi spiritual kita saat ini dalam mengikut Tuhan? Adakah kita mulai undur karena ada banyak ketakutan, kekhawatiran atau kebimbangan yang membuat kita meragukan Tuhan? Ataukah kita sedang memiliki fokus lain selain hidup bagi Tuhan sehingga kita tidak berpikir untuk melayani Dia? Biarlah kita kembali membuka hati untuk taat dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga hati kita berkobar kembali untuk menyatakan terang Tuhan di sekitar kita.
Dibuat oleh: Pdt. Richard Natasasmita