BERTOBATLAH

BERTOBATLAH

Yesaya 55:1-13

“Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (Yes. 55:7)

Yesaya berarti “Tuhan penyelamat.” Kitab ini diwarnai dengan pernyataan-pernyataan Mesias dan rencana kedatangan-Nya. Puncak kedatangan-Nya telah digenapi dengan kedatangan Tuhan Yesus. Mesias telah datang  ke dunia. Dia memanggil dan mengundang umat-Nya dan semua orang untuk meresponi kedatangan-Nya melalui iman dan pertobatan. Undangan Allah agar umat-Nya bertobat bukan untuk mengurangi kebahagiaan umat-Nya. Sebaliknya, Allah hendak memberikan kelimpahan, yaitu berkat yang terbaik dan hidup yang penuh sukacita, penuh makna dan pengharapan. Demikianlah yang Yesus katakan, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (atau hidup yang penuh kualitas)” (Yoh. 10:10). Dan hal ini bisa terjadi jika kita tinggal di dalam Dia dan tinggal dalam Firman-Nya.

Tuhan berjanji barangsiapa menyambut undangan keselamatan akan menikmati hidup yang lebih baik dibandingkan yang mereka alami selama ini. Allah menuntut respons dari umat-Nya terhadap undangan tersebut. Umat-Nya harus mencari dan meninggalkan dosa kefasikan, sehingga pengampunan dari Allah terjadi atas umat-Nya. Umat harus sungguh-sungguh bertobat, maka akan terjadi pemulihan dan kehidupan yang lebih baik, penuh damai sejahtera, sukacita dan keadilan. Secara personal, jika keselamatan terjadi atas hidup setiap pribadi, maka akan terjadi persekutuan yang intim antara umat dengan Allah dan umat akan menjadi berkat bagi sesama.

Menolak undangan keselamatan dari Mesias berarti menutup anugerah dan kasih dari Allah. Untuk memahami rencana Allah yang terlalu agung memang sulit secara manusia. Tetapi apa yang mustahil bagi manusia sangatlah mungkin bagi Allah. Rancangan-Nya akan mendatangkan kemasyhuran atas nama-Nya dan kesejahteraan umat-Nya. Karena itu, Allah menghendaki kita berserah penuh pada-Nya dan bertobat total atas kefasikan dunia ini. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.

Dibuat oleh: Pdt. Slamet Triwahono

Article by Admin