DI DUNIA, TAPI TIDAK DUNIAWI

DI DUNIA, TAPI TIDAK DUNIAWI

1 Petrus 1:13-25

Ketika kita yang mengaku sebagai orang percaya hidup di dunia yang fana ini, sering kali kita mengalami dilema. Dilema ini muncul karena sebagai orang percaya kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tentu ini bukan hal yang mudah.

Tema firman Tuhan hari ini mengajarkan bagaimana kita hidup di dunia, namun tidak hidup secara duniawi, yaitu tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Dalam hal apa saja kita harus berbeda dari dunia? Dari teks yang kita baca, setidaknya ada tiga hal di mana sikap kita harus berbeda.

  1. Dalam Menyikapi Pergumulan

Dalam 1 Petrus 1:13 tertulis, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.” Dalam menghadapi pergumulan hidup, orang percaya tidak boleh bersikap sama seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Orang percaya memiliki pengharapan yang tidak akan ada habis-habisnya, seberat apa pun pergumulan hidup.

  1. Hidup dalam Kekudusan

Dalam 1 Petrus 1:15-16 tertulis, “tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Dunia ini penuh dengan berbagai hal yang sering kali “menggoda” anak-anak Tuhan dan menyeret mereka ke dalam dosa. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk hidup kudus, yaitu hidup yang tidak mengikuti cara hidup dunia yang bertentangan dengan firman Tuhan.

  1. Mengucap Syukur

Dalam 1 Petrus 1:18 tertulis, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.” Keselamatan yang kita terima bukan karena perbuatan baik kita, melainkan semata-mata karena anugerah Tuhan. Oleh karena itu, hidup kita seharusnya menjadi ungkapan syukur atas karya penebusan tersebut. Sebagai orang yang sudah ditebus, kita dipanggil untuk menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, yaitu untuk hidup bagi Tuhan dan melayani Dia.

Ketiga hal ini hendaknya menjadi bahan perenungan bagi kita. Apakah kita sudah melakukan apa yang Tuhan mau ketika kita hidup di dunia yang penuh dosa saat ini? Kiranya kita dimampukan untuk tetap hidup di dunia, tetapi tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Dibuat oleh: Pdt. Cahyono Candra