Kejadian 2:15
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Dalam kitab Kejadian pasal satu dan dua setelah penciptaan alam semesta dan segala isinya, TUHAN Allah menciptakan manusia menurut rupa dan gambar-Nya (Kej. 1:27). Manusia menjadi puncak dari ciptaan, setelah segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya disediakan TUHAN Allah. Selanjutnya, manusia menerima mandat yang sangat penting dalam Kejadian 1:28, yaitu untuk beranak-cucu, serta berkuasa untuk mengelola bumi. Mandat penting ini ditegaskan lagi dalam Kejadian 2:15. Suatu kepercayaan yang begitu besar bagi manusia untuk merawat bumi. Pada peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan pada tanggal 5 Juni, ada tiga poin penting yang akan menjadi perenungan kita bersama dalam ibadah ini:
1. Panggilan Kerja/Merawat Bumi adalah Mandat TUHAN
Istilah TUHAN Allah “mengambil” (Ibr: Laqach) atau lengkapnya “mengambil untuk maksud dan tujuan TUHAN,” dan istilah “menempatkan” (Ibr: Yanach) atau “tinggal di tempat yang ditentukan TUHAN,” menyatakan dengan jelas bahwa manusia menerima panggilan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak dan tujuan Tuhan. Sebab, panggilan untuk bekerja dan merawat bumi juga demi kehidupan manusia itu sendiri. Firman Tuhan ini juga mengingatkan bahwa TUHAN Allah tidak menciptakan manusia untuk bermalas-malasan, melainkan menempatkannya dengan tugas yang jelas dan sekaligus menegaskan bahwa manusia itu hidup di bawah otoritas Sang Pencipta.
Secara sederhana, bagi yang sudah bekerja, bekerjalah dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab sebagai bagian dari ketaatan kita pada Tuhan. Bagi kita yang sedang mencari pekerjaan, mintalah kepada Bapa dan berupayalah agar kita mendapatkan pekerjaan. Bagi yang memberi pekerjaan, lakukanlah dengan kasih kepada Tuhan.
2. Panggilan untuk Mengabdi “Mengusahakan”
Kata “mengusahakan” (Ibr: abad) juga memiliki arti utamanya “melayani,” “bekerja,” “mengolah tanah,” juga berarti “hamba yang melayani.” Manusia ditempatkan di taman Eden untuk mengusahakan atau bekerja sebagai bagian dari panggilan Tuhan. Perintah ini diberikan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Artinya, bekerja pada dasarnya adalah kehendak TUHAN dan bagian dari aturan awal Allah untuk manusia. Oleh karena itu, kita tidak ditempatkan di bumi sebagai penguasa mengeksploitasi alam demi kepentingan pribadi. Sebaliknya, mengelola dan mengembangkannya agar menghasilkan kebaikan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Kita secara pribadi, keluarga, gereja, bahkan seluruh anak negeri menerima panggilan serta dipercaya menjadi “perpanjangan tangan” Tuhan untuk mengusahakan hal baik, khususnya di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja kita!
3. Tanggung Jawab Manusia untuk “Memelihara”
Kata “memelihara” (Ibr: shamar) atau juga berarti “menjaga, melindungi dan melestarikan” menegaskan bahwa manusia menerima tugas untuk menjaga, melindungi dan melestarikan alam ciptaan TUHAN. Kata Ibrani shamar menyatakan bahwa kita dipercayakan tugas sebagai steward (penatalayan). Memelihara berarti memastikan bahwa apa yang kita lakukan dan gunakan dari alam tidak merusak alam, sebab manusia bukan pemilik mutlak atas bumi. Manusia diberi otoritas untuk memanfaatkan alam, namun wajib menjaganya agar tidak rusak, dan itu perintah TUHAN. Oleh karena itu, orang Kristen, warga jemaat dan tiap-tiap keluarga diharapkan mewujudkan tanggung jawab mulia ini dengan tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, menghemat air, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan listrik, bahan bakar dengan bertanggung jawab, dll. Sebab sesungguhnya itu juga adalah bagian dari ibadah nyata dalam menjaga “taman” yang Tuhan titipkan kepada kita. Amin!
Dibuat oleh: Pdt. Relly Rajagukguk