IBU YANG SELALU ADA UNTUKKU

IBU YANG SELALU ADA UNTUKKU

Keluaran 2:1-10

Tentu saja merupakan anugerah yang luar biasa memiliki orang tua (Ibu) yang beriman kepada Tuhan. Tema  renungan minggu ini “Ibu Selalu Ada Untukku” ketika kita melihat peran pentingnya iman ibu Musa bagi keselamatan bayinya. Tindakan “Iman” Ibu Musa adalah kepercayaan aktif kepada Tuhan Sang Pemelihara kehidupan.

Kita patut berterima kasih kepada orang tua kita atas pendidikan iman kita, dan teladan yang telah mereka berikan kepada kita dalam memercayai janji-janji Allah. Jika bukan orang tua kita, mungkin kakek dan nenek kita atau bibi atau paman kita atau panutan lainnya. Merupakan berkah besar memiliki orang-orang ini dalam hidup kita. Melalui teks Keluaran 2:1-10 terdapat beberapa pelajaran rohani bagi kita bagaimana pentingnya seorang Ibu dalam hidup kita.

  1. Melalui Iman Ibunya, Musa terselamatkan dari titah Raja

Dalam surat Ibrani 11:23 Penulis surat Ibrani membenarkan apa yang tersirat dalam Keluaran 1:1-10 dengan berkata: “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat bahwa anak itu elok rupanya, dan mereka tidak takut akan perintah raja.”

Iman siapa? Orang tuanya. Tapi ibunya-lah yang paling menonjol dalam cerita ini. Dia beriman kepada Tuhan dalam menempatkan Musa di sungai untuk ditemukan oleh seorang putri, putri Firaun. Dan ibu Musa lah yang kemudian menyusui Musa atas perintah putri Firaun.

Pahala dari imannya tidak hanya bayinya yang dipelihara dan dirawat olehnya, tetapi dia juga dibayar untuk pekerjaannya, karena putri Firaun tidak mengetahui bahwa dialah ibu sebenarnya!

  1. Ibu Musa adalah penjaga Perjanjian Abraham yang diwariskan kepada keturunannya (Bayi Musa).

Informasi dalam Keluaran (6:19) mempertegas garis keturunan Musa. Ayahnya Amram adalah keturunan bangsa Israel, dari garis Abraham. “Kemungkinan besar” ibu Musa yang namanya adalah Yokhebed – juga merupakan keturunan Abraham. Jadi, pengetahuan tentang perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya yang diturunkan dari generasi ke generasi sangat dimengerti dan dipahami oleh Yokhebed Ibu Musa. Allah berfirman kepada Abraham dalam Kejadian 15:13-14 “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya selama empat ratus tahun. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Ku hukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.”

Firman Allah kepada Abraham ini diturunkan dari generasi ke generasi dan diketahui oleh Amram dan Yokhebed, ibu dan ayah Musa. Lebih daripada itu Tuhan juga telah berjanji kepada Abraham untuk memberinya banyak keturunan yang akan mewarisi wilayah tanah yang luas. Dan melalui Abrahan semua bangsa akan diberkati.

Iman yang sama kepada Tuhan ini diketahui oleh umat Tuhan dari generasi ke generasi. Yokhebed dan Amram juga mengetahui janji-janji Allah kepada Abraham ini, maka dengan menaruh Musa dalam keranjang dan dihanyutkan di sungai, Ia sedang mengawal perjanjian Abraham bagi generasi berikutnya (Musa).

Dalam kesempatan memperingati hari Ibu sedunia, baiklah kita berefleksi mengenai peran ibu bagi keberlanjutan iman Kristen dan peneguhan janji-janji Allah dalam kehidupan anak-anak kita. Amin.

Dibuat oleh: Pdt. Gustaf R.Rame

Article by Admin