1 Yohanes 3:16-18
“Kasih,” satu kata yang menjadi identitas orang Kristen. Dalam Alkitab, hukum yang terutama adalah kasih kepada Allah, dan juga kepada sesama manusia. Ada banyak aspek tentang kasih yang dibahas dalam Alkitab, termasuk dalam kitab 1 Yohanes. Hari ini kita akan belajar tentang kasih dari 1 Yohanes 3:16-18. Dalam 3 ayat ini, kita bisa menemukan makna kasih yang sejati, bagaimana seharusnya kita berespons terhadap kasih Allah, juga cara mempraktikkan kasih dalam hidup sehari-hari.
- Makna kasih yang sejati (ay. 16a)
Kasih sejati dimulai dari salib Kristus. Kita bisa mengasihi orang lain, karena Kristus telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus kita dari hukuman dosa. Kata kasih di sini dipakai “Agape”, yakni kasih yang rela memberi tanpa menuntut atau mengharapkan imbalan. Ini adalah kasih yang begitu besar sehingga dapat diberikan kepada orang yang tidak layak dicintai atau tidak menarik, seperti yang dilakukan Allah kepada kita. Agape ini adalah kasih yang mencintai bahkan ketika ditolak.
Kasih yang sejati adalah sebuah tindakan, bukan sekadar perasaan. Kasih menghasilkan pemberian yang tidak mementingkan diri sendiri dan rela berkorban.
- Respons orang yang telah menerima kasih Allah (ay. 16b)
Orang yang telah menerima kasih Kristus akan mengasihi sesamanya. Tindakan kasih yang terbesar adalah menyerahkan diri demi orang lain. Bagaimana kita dapat “menyerahkan hidup” bagi orang lain? Dengan melayani mereka tanpa mengharapkan balasan apa pun. Hidup bagi orang lain berarti mengutamakan kebutuhan dan kepentingan mereka di atas keinginan kita sendiri.
Tuhan Yesus mengajarkan prinsip kasih yang sama dalam Yohanes 15:13. Ayat ini memberikan contoh nyata tentang bagaimana kita dapat menyerahkan hidup bagi orang lain, yaitu dengan menolong mereka yang berkekurangan.
- Praktik kasih sehari-hari (ay. 17-18)
Kasih bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Pengorbanan, kepedulian, dan kemurahan hati merupakan wujud dari iman yang hidup. Dunia mengenal murid-murid Kristus bukan dari pengetahuan mereka, melainkan dari kasih yang mereka praktikkan setiap hari (bdk. Yoh. 13:35).
Kasih juga harus dipraktikkan dalam kebenaran. Artinya, kasih tidak boleh hanya berdasarkan emosi, sekadar ingin dipuji, atau mengikuti keinginan manusia semata. Melainkan, kasih harus sesuai dengan kebenaran Allah. Kasih yang sejati selalu berjalan bersama kebenaran. Misalnya:
- Mengampuni bukan berarti membenarkan dosa.
- Menolong bukan berarti mendukung orang terus hidup dalam dosa.
- Bersikap baik bukan berarti mengorbankan kebenaran firman Tuhan.
Kasih Kristen tidak mempertentangkan kasih dan kebenaran. Dalam diri Kristus, keduanya berjalan bersama (bdk. Yoh. 1:14).
Kasih Kristen bukan hanya sesuatu yang diucapkan, tetapi sesuatu yang dilakukan. Kasih Kristen diwujudkan dengan menolong saudara-saudari yang sedang mengalami kesulitan. Salib Kristus adalah teladan tertinggi bahwa kasih selalu rela memberi demi kebaikan orang lain.
Dibuat oleh: Ibu Yumin Kwan