ROMA 1:16-17
Jika satu pertanyaan dilontarkan kepada dunia, “Bagaimana kita bisa mendapatkan keselamatan?” Sebagian mungkin akan menjawab, melakukan perbuatan baik sebanyak mungkin. Sebagian mungkin akan menjawab, memberikan sebanyak mungkin apa yang dimiliki. Sebagian mungkin menjawab, rajin beribadah dan melakukan ajaran agama tanpa lalai. Sebagian mungkin akan bertanya balik, “Memangnya kita membutuhkan keselamatan?”
Dunia memandang dan mencari keselamatan dengan cara yang bisa dimengerti dan dilakukan oleh manusia. Namun berbeda dengan ajaran Injil yang diberitakan oleh rasul Paulus. Di dalam Roma 1:16-17 Paulus mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’”
Sesungguhnya, setiap manusia membutuhkan keselamatan karena semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Masalah dosa bukanlah kesalahan yang dapat diperbaiki manusia dengan berusaha menjadi orang yang lebih baik. Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, dan kita tidak mampu memulihkannya dengan usaha kita sendiri. Karena itu, keselamatan bukan sesuatu yang dapat kita peroleh melalui perbuatan, sebanyak apa pun usaha yang kita lakukan. Keselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan melalui Yesus Kristus dan diterima melalui iman kepada-Nya. Inilah Injil yang diberitakan oleh Paulus: bukan tentang apa yang harus manusia lakukan untuk menyelamatkan dirinya, melainkan tentang apa yang telah Allah kerjakan untuk menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus.
Namun, tidak semua orang mengenal kebenaran ini. Ada yang masih mencari keselamatan melalui pencapaian, harta, kebaikan, atau hal-hal lain yang dianggap dapat memberikan kepastian hidup. Ada pula yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya membutuhkan keselamatan. Di sinilah kita sebagai orang percaya memiliki panggilan untuk menghidupi Injil dan menyaksikan Injil.
Menghidupi Injil berarti membiarkan kebenaran Injil membentuk cara kita menjalani kehidupan. Injil mengajar kita untuk bekerja dengan jujur ketika ketidakjujuran terasa lebih menguntungkan, mengasihi dan mengampuni ketika kita memiliki alasan untuk membalas, memberikan kasih dan menunjukkan kepedulian kepada sesama bahkan kepada orang-orang yang sering diabaikan. Semua itu kita lakukan bukan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi sebagai respons alami yang muncul oleh karena anugerah keselamatan yang telah kita terima di dalam Kristus.
Injil yang kita hidupi adalah Injil yang juga akan terpancar dari hidup kita. Kesaksian kita bukan hanya terlihat melalui cara kita bertindak, tetapi juga melalui kesaksian verbal yang menceritakan sumber pengharapan kita di dalam Kristus. Ketika ada kesempatan, ceritakanlah bagaimana Injil mengubah cara kita memandang diri sendiri, menghadapi kegagalan, mengampuni orang lain, dan menjalani kehidupan. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita lebih baik daripada orang lain, melainkan untuk menunjukkan bahwa kita pun adalah orang masih bergumul dengan dosa, namun hidup oleh anugerah Allah.
Dunia perlu mendengar Injil dan melihat bagaimana Injil membentuk kehidupan orang-orang yang percaya kepada Kristus. Kita tidak dapat menyelamatkan orang lain, tetapi kita bisa bersaksi dan membawa berita keselamatan itu kepada dunia.
Live the Gospel, Share the Gospel. Mari menghidupi Injil yang kita percaya dan menyaksikan Injil yang kita beritakan, supaya melalui kehidupan dan perkataan kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus, satu-satunya Juruselamat yang di dalam-Nya ada keselamatan. Kiranya Tuhan menolong kita.
Dibuat oleh: Ibu Novi Handayani