MENDOAKAN DAN MENIRU TELADAN ROHANI

MENDOAKAN DAN MENIRU TELADAN ROHANI

2 Tesalonika 3:1-15

Kita tentu merindukan sebuah komunitas yang dapat membuat kita bertumbuh. Komunitas yang bertumbuh tidak lepas dari peranan adanya teladan-teladan rohani yang memberikan pengaruh kepada yang lain.  Para teladan rohani itu perlu didukung, dengan mendoakan mereka dan menunjukkan hati yang terbuka untuk belajar dari mereka.  Bacaan hari ini memperlihatkan keadaan yang terjadi dalam komunitas jemaat Tesalonika.  Di sini memperlihatkan bagaimana relasi yang terjadi antara Paulus dengan jemaat Tesalonika.  Paulus sebagai teladan rohani bagi jemaat Tesalonika mengharapkan dukungan doa dari jemaat Tesalonika untuk pelayanan firman yang dilakukannya (ay. 1-5).  Namun Paulus juga mengarahkan dan mendidik jemaat mengikuti teladannya berkenaan dengan isu ketidak-tertiban hidup beberapa jemaat (ay. 6-12).

Apa yang terlihat dari interaksi dalam surat Paulus tersebut menunjukkan bahwa kehadiran para teladan rohani perlu diperhatikan secara serius oleh anggota komunitas/jemaat.  Keseriusan mendukung teladan rohani dapat ditunjukkan dengan mendoakan pelayanan mereka.  Paulus meminta dukungan doa agar dilindungi dari para pengacau dan orang jahat yang hendak mengganggu pelayanannya (ay. 2).  Kita menyadari bahwa iblis senantiasa berusaha mengacaukan pekerjaan Tuhan dan mengganggu pelayanan.  Kita perlu mendoakan agar Tuhan menjaga mereka yang menjadi teladan rohani dalam pelayanan dan hidup mereka.

Dukungan bagi kehadiran teladan rohani ini juga dilakukan dengan belajar dari mereka.  Paulus, sebagai teladan dan pemimpin rohani, berusaha keras menjaga dirinya agar tetap menjadi teladan bagi jemaat (ay. 7), dan dia rindu hal tersebut dapat menolong jemaat memiliki gambaran nyata untuk diikuti (ay. 9).  Tuhan sudah menyediakan dan membangkitkan orang-orang yang menjadi pemimpin rohani bagi jemaat-Nya.  Apa yang Tuhan telah sediakan, perlu disambut dengan hati yang terbuka, rela dipimpin dan belajar dari mereka, agar komunitas saling mempengaruhi dalam takut akan Tuhan.

Akhirnya, biarlah kita menyadari pentingnya kehadiran mereka yang menjadi teladan rohani dalam komunitas orang percaya.  Kita mendoakan mereka agar tetap bersinar efektif memberikan pengaruh rohani kepada yang lain.  Namun kita juga tetap terbuka untuk belajar, agar pengaruh rohani tersebut menular ke banyak orang dan memunculkan teladan-teladan rohani yang lain.  Dengan demikian, gereja-gereja Tuhan dapat semakin bertumbuh dan menjadi terang dalam dunia ini.

Dibuat oleh: Pdt. Richard Natasasmita

Article by Admin