Yohanes 17:1-11
Yohanes 17 mencatat doa syafaat Yesus bagi para murid agar mereka tetap teguh berdiri di tengah berbagai tantangan hidup, sekaligus bagi orang-orang yang akan menjadi percaya melalui kesaksian mereka. Melalui doa ini, umat beriman diingatkan akan esensi hidup kekal dalam karya keselamatan serta Amanat Agung Kristus untuk melanjutkan misi-Nya di dalam dunia. Ada empat kebenaran penting dari doa Yesus yang menjadi perenungan kita minggu ini:
- Keintiman Relasi sebagai Dasar Kehidupan (ayat 1-5)
Yesus menegaskan bahwa hidup yang kekal adalah mengenal Allah yang benar dan Yesus Kristus yang diutus-Nya. Mengenal di sini berarti menerima dan percaya, serta membangun hubungan yang erat. Banyak orang sibuk mencari “berkat” Tuhan, tetapi lupa membangun keintiman dengan Sang Pemberi Berkat. Tanpa relasi yang intim dengan Tuhan, kita tidak akan pernah bisa meneruskan pelayanan-Nya di dunia.
- Doa untuk Orang-orang Percaya (ayat 6-19)
Yesus tidak meminta Bapa untuk mengangkat kita keluar dari dunia, karena ada misi yang harus kita selesaikan. Namun, Dia berdoa agar kita dilindungi dari yang jahat dan dikuduskan dalam kebenaran (Firman Tuhan). Iman kita harus tetap teguh di tengah tantangan dunia dan menjaga kekudusan di tengah arus dunia yang penuh kompromi.
- Doa untuk Orang-orang yang Belum Percaya (ayat 20-23)
Yesus berdoa untuk orang-orang yang belum percaya, yang akan percaya oleh pemberitaan firman dari orang-orang percaya. Dalam konteks pelayanan gereja, Visi Misi Gereja dan Implementasinya sangat berpengaruh terhadap arah pelayanan bersama dalam kasih untuk melaksanakan kehendak dan perintah Tuhan di dalam dunia ini.
- Diutus Menjadi Pembawa Berita Keselamatan (Matius 28:18-20)
Doa di Yohanes 17 ini menjadi bahan bakar utama bagi Amanat Agung-Nya. Pelayanan fisik Kristus di bumi memang sudah selesai, namun tongkat estafet misi itu kini ada di tangan gereja-Nya. Kita diutus untuk melangkah keluar dari zona nyaman, memberitakan kabar keselamatan, dan menjadikan semua bangsa murid-Nya dengan jaminan penyertaan-Nya yang sempurna.
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah seminggu terakhir ini kita sudah menyediakan waktu untuk membangun keintiman bersama Tuhan, atau hanya sibuk dengan rutinitas duniawi?
- Tongkat estafet pelayanan kini ada di tangan kita. Apakah kita sedang membawanya berlari dengan setia, atau justru kita sedang kehilangan arah dan tujuan?
Mari kita berkomitmen untuk menyambut panggilan-Nya, menjaga kekudusan hidup sesuai firman-Nya, dan meneruskan apa yang telah dimulai! Tuhan Yesus memberkati.
Dibuat oleh: Pdt. Em. Martin Elvis