MURID YANG MEMURIDKAN

MURID YANG MEMURIDKAN

2 Timotius 2:2

Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan perintah kepada kesebelas murid-Nya, yang kita kenal sebagai Amanat Agung: “— Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, — (Matius 28:16-20). Dari Amanat Agung ini, kita melihat 1 hal yang sangat jelas, Yesus mau setiap murid-Nya memuridkan orang lain, alias menjadi murid yang memuridkan.

Sebelum kita memuridkan orang lain, hal pertama yang harus kita pastikan terlebih dahulu adalah apakah saya sudah menjadi murid Yesus? Seorang yang tidak pernah menjadi murid tidak mungkin memuridkan orang lain. Seperti pepatah populer mengatakan: “Kita tidak bisa memberikan kepada orang lain apa yang kita tidak miliki”.

Untuk menjadi murid Yesus, kita harus percaya bahwa Yesuslah satu-satunya juruselamat dan Tuhan dalam hidup kita. Lalu sebagai seorang murid, tentu tugasnya adalah belajar. Demikian juga dengan kita sebagai murid Yesus, kita belajar dari pengajaran Yesus dan menaati ajaran-Nya (Yohanes 8:31).

Rasul Paulus memberikan kita contoh nyata dari hidup sebagai murid yang memuridkan, seperti yang tertulis dalam 2Tim. 2:2, yang memberikan gambaran yang jelas mengenai murid yang memuridkan.

Paulus, menerima dan mengajarkan kebenaran Injil

↓

Timotius, menerima pengajaran dan meneruskannya

↓

Orang-orang yang dapat dipercaya, belajar dan diperlengkapi untuk mengajar

↓

Orang lain lagi, menerima kebenaran dan meneruskannya

Paulus menghendaki agar kebenaran Injil diteruskan kepada orang-orang yang juga mampu mengajar orang lain. Inilah salah satu prinsip penting pemuridan: kebenaran Injil diterima, dihidupi, diajarkan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Bagaimana seorang murid memuridkan orang lain?

Pemuridan bukan hanya menyampaikan informasi Alkitab. Pemuridan mencakup proses menolong seseorang bertumbuh dalam iman dan ketaatan kepada Kristus. Ada empat aspek yang saling berkaitan:

  1. Mengajarkan firman Tuhan

Menolong orang lain memahami kebenaran Alkitab dengan benar dan mengenal Kristus melalui firman-Nya. Contoh: Mengadakan PA, membimbing kelompok kecil, atau mengajar Sekolah Minggu.

  1. Memberikan teladan hidup

Orang yang memuridkan perlu berusaha menghidupi kebenaran yang diajarkannya, termasuk dalam kasih, kerendahan hati, pengampunan, dan ketaatan (1Kor. 11:1; Flp. 3:17).

  1. Mendampingi pertumbuhan iman

Menolong orang lain menerapkan firman Tuhan, menghadapi pergumulan, belajar berdoa, dan bertumbuh dalam persekutuan dengan sesama orang percaya (Kol. 1:28–29).

  1. Mempersiapkan orang lain untuk memuridkan

Menolong orang yang dibimbing agar ia juga mampu membagikan firman Tuhan, menjadi teladan, dan membimbing orang lain kepada Kristus (2Tim. 2:2).

Keempat aspek ini menunjukkan bahwa pemuridan bukan hanya kegiatan mengajar, melainkan proses pembentukan hidup yang berpusat pada Kristus; seperti yang dilakukan Paulus kepada Timotius.

2Tim. 3:10 – “Engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, tujuanku, imanku, kesabaranku, kasihku, dan ketekunanku.”

Sebagai seorang murid Yesus, sudahkah kita menjadi murid yang memuridkan seperti yang Yesus mau? Kiranya Tuhan menolong setiap kita.

~ Ibu Yumin Kwan ~