PUJIAN BAGI ANAK DOMBA ALLAH

PUJIAN BAGI ANAK DOMBA ALLAH

Wahyu 5:6-14

Setiap pujian yang diberikan tentu memiliki alasannya, begitu juga ketika kita memberi pujian kepada Tuhan karena kebaikan-Nya, kasih setia-Nya, anugerah-Nya, pertolongan-Nya, dan masih banyak lagi perbuatan Tuhan yang tiada habis-habisnya untuk diungkapkan.

Sesuai dengan tema kita hari ini “Pujian bagi Anak Domba Allah.” Agnus Dei merupakan sebuah kata dalam bahasa latin yang berarti Anak domba Allah yang mengingatkan kita :

  1. Kurban, sebelum hukum Musa (Kej. 4:4; 22:7-8; kurban bakaran Im. 9:3; kurban perdamaian Im. 23:19).
  2. Paskah dalam Perjanjian Lama mengingatkan kita keselamatan semua anak sulung bangsa Israel dari anak manusia sampai anak binatang bebas dari maut. Saat malaikat pencabut nyawa melihat darah anak domba dipercikkan diambang pintu setiap rumah, maka malaikat itu akan lewat dan terjadilah keselamatan di dalam rumah itu (Kel. 12:11-13).
  3. Kiasan atau gelar untuk Kristus yang rela menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan dosa-dosa manusia (Yes. 53:10; Yoh. 1:29).

Sungguh benar-benar anugerah bahwa manusia berdosa yang seharusnya dihukum dan hukumannya tidak main-main, yaitu kematian kekal/maut (Rm. 6:23). Dan tak seorang pun manusia yang layak untuk menebus dosa manusia karena semuanya berdosa (Rm. 3:23). Oleh karena itu, jalan satu-satunya penebusan dosa manusia hanya oleh korban yang sempurna, yaitu pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib sebagai Anak Domba Allah.

Inilah yang menjadi alasan kuat dalam perikop kita hari ini mengapa 24 tua-tua, 4 makhluk, beribu-ribu laksa malaikat dan semua makhluk yang di Surga, di bumi, di bawah bumi dan yang di laut menyanyikan pujian kekaguman kepada Anak Domba Allah (ay. 9-14).

Pelajaran rohani apa yang kita dapatkan hari ini? Rasul Yohanes saja menangis dengan amat sedih menyadari ketidakada harapan atas dosa-dosa manusia dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari dimana semua makhluk akan hidup dalam keadaan serba tidak menentu, tidak ada jaminan dan pengharapan akan hari esok. Tetapi kemudian, kesedihan itu berubah menjadi puji-pujian karena ada korban yang disembelih untuk membayar lunas semua itu, yaitu Anak Domba Allah.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, dampak pandemi sangat kita rasakan bersama. Saya pun merasakan hal yang sama dan tak seorang pun tahu sampai berapa lama. Jujur, terkadang ini membuat kita berada pada situasi tidak nyaman, bergumul, tidak damai sejahtera, tidak semangat, tidak sukacita. Sekarang bangkitlah, walau situasimu sepertinya masih sama bahkan sepertinya tidak ada harapan, naikkanlah puji-pujian dari hatimu yang terdalam, maka engkau akan merasakan damai karena Allah bertakhta di atas pujian umat-Nya (Mzm. 22:4) dan jadilah pribadi yang kuat karena kemenangan Anak Domba Allah juga berarti menjadi jaminan kemenangan, baik dosa dan pergumulan hidup, bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Salam Semangat dan Penuh Pengharapan.

Dibuat oleh: Pdt Relly Rajagukguk

Article by Admin