Efesus 6:4
Ketika memikirkan sosok seorang ayah, banyak orang secara otomatis mengaitkan perannya dengan pemenuhan kebutuhan finansial keluarga. Dengan kata lain, ayah dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas kebutuhan hidup keluarga sehingga secara ekonomi seluruh anggota keluarga bergantung kepadanya. Namun, benarkah peran ayah hanya sebatas memenuhi kebutuhan finansial? Apa yang Firman Tuhan ajarkan tentang keberadaan seorang ayah dalam keluarga?
Firman Tuhan dengan jelas mengajarkan bahwa peran seorang ayah tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga tanggung jawab mendidik anak-anaknya. Dalam mendidik, ada dua hal penting yang harus dilakukan, yaitu memberikan ajaran dan nasihat. Ajaran mencakup disiplin, sedangkan nasihat mencakup teguran yang membangun.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ajaran dan nasihat yang diberikan harus berlandaskan pada kehendak Tuhan, bukan semata-mata pada pengalaman pribadi atau tradisi turun-temurun. Pendidikan Kristen yang sejati bersumber dari Kristus dan berakar pada kebenaran Firman Tuhan. Karena itu, seorang ayah harus menanamkan hati yang takut akan Tuhan kepada anak-anaknya serta membimbing mereka hidup sesuai dengan Firman-Nya.
Peran ayah dalam mendidik anak di dalam Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pribadinya sendiri. Seorang ayah yang ingin membimbing anak-anaknya kepada Tuhan harus terlebih dahulu memiliki hati yang takut akan Tuhan dan menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar hidupnya.
Dalam menjalankan tugas mendidik, seorang ayah juga harus berhati-hati agar tidak menimbulkan luka batin atau kepahitan dalam hati anak-anaknya. Oleh sebab itu, disiplin dan teguran harus selalu dilandasi oleh kasih Allah. Otoritas yang dimiliki seorang ayah harus dijalankan dengan kasih, kesabaran, dan hikmat yang berasal dari Tuhan. Selain itu, orang tua tidak hanya dipanggil untuk mengajar, tetapi juga untuk menjadi teladan. Anak-anak belajar bukan hanya melalui kata-kata yang mereka dengar, tetapi juga melalui kehidupan yang mereka lihat setiap hari dari orang tuanya.
Ingatlah bahwa orang tua hadir di dunia sebagai rekan kerja dan wakil Allah dalam membimbing anak-anak yang dipercayakan-Nya. Karena itu, marilah kita, khususnya para ayah, mendidik anak-anak yang adalah milik Tuhan agar memiliki hati yang takut akan Allah dan hidup dalam terang kebenaran Firman-Nya. Jalankan dan lakukanlah tanggung jawab yang Tuhan percayakan dengan setia. Bukan hanya menjadi penyedia kebutuhan hidup, tetapi juga menjadi pendidik, pembimbing, dan teladan rohani bagi anak-anak kita. Dengan pertolongan Tuhan, kiranya keluarga-keluarga Kristen semakin bertumbuh dalam iman dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Dibuat oleh: Bp. Andry Gunawan