SIAP SEDIA DALAM PEPERANGAN ROHANI

SIAP SEDIA DALAM PEPERANGAN ROHANI

EFESUS 6:10-20

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Efesus 6:10-11).

Kemenangan peperangan sangat ditentukan dalam mengenali seberapa besar kekuatan musuh. Semakin kita mengabaikan kekuatan musuh, semakin besar kemungkinan kita akan kalah dalam peperangan.

Paulus mengingatkan akan kekuatan dan bahaya musuh Kristen dalam peperangan rohani setiap hari yang harus dilawan dengan kekuatan Kristus dengan segala senjata yang sudah dipersiapkan bagi orang percaya. Kepekaan, pengenalan kekuatan musuh dan doa harus menjadi senjata rohani dalam menghadapi siasat dan tipu muslihat Iblis sebagai lawan orang percaya.

Orang percaya ibarat seorang musafir yang sedang berjalan melewati dunia yang penuh dengan peperangan. Orang percaya juga ibarat seorang atlet yang harus berlari sedemikian rupa untuk mencapai garis akhir dengan mata yang memandang kepada Yesus.

Peperangan rohani akan terjadi dimanapun ketika Injil diberitakan. Iblis akan terus bekerja dengan hebat untuk menghancurkan orang yang sungguh-sungguh mengikuti Jalan Tuhan. Karena itu kita harus mengenakan  seluruh perlengkapan senjata Allah.

Berdiri tegap dan mengenakan seluruh perlengkapan dan berikatpinggangkan kebenaran, yakni Firman Allah. Seorang prajurit akan mudah mengalami kekalahan jika ikat pinggangnya putus dan longgar. Prajurit tidak akan bisa berperang dengan celana dan pakaian rohani yang kedodoran. Sebab itu, Firman Tuhan harus menjadi kebenaran yang harus dikenakan setiap hari dalam menghadapi peperangan rohani.

Billy Sunday pernah berkata bahwa peperangan rohani terjadi ketika seorang pengkhotbah sedang berdiri di atas mimbar, sehingga ia sangat membutuhkan dukungan doa supaya diberi kekuatan dan kuasa, serta keberanian dalam memberitakan Injil. Seperti Musa ditopang tangannya oleh Harun dan Hur pada waktu berperang melawan bangsa Amalek. Pada waktu tangan Musa turun kekalahan terjadi, pada waktu tangan di atas Israel mengalami kemenangan. Dengan kata lain, seorang pengkhotbah perlu didukung dalam doa. Pada waktu kita meragukan dan mengkritiknya, secara tidak sadar kita sudah mendukung kekalahan peperangan rohani terjadi.

“Berdoalah setiap waktu … juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil” (Efesus 6:18-19).

Dibuat oleh: Pdt. Slamet Triwahono

Article by Admin