TINGGALLAH DI DALAM AKU

TINGGALLAH DI DALAM AKU

2 Timotius 1: 1-5

Surat 2 Timotius adalah surat Paulus kepada Timotius yang sedang menggembalakan jemaat di kota Efesus. Surat ini adalah surat penggembalaan dimana Paulus memberitahukan dan menguatkan Timotius dalam pelayanan pastoral di jemaat. Paulus mengingatkan Timotius agar tidak terpengaruh dengan kebiasaan dan pengajaran yang tidak benar di Efesus, melainkan memberikan pengajaran yang menjadi berkat bagi jemaat. Paulus pun mengingatkan Timotius untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus. Dalam teks ini kita bisa melihat bagaimana Timotius dapat kuat berakar dalam Kristus saat melayani di Efesus:

  1. Memiliki Hati Seorang Murid

Setelah Paulus mengalami kekecewaan karena perpecahannya dengan Barnabas dan Markus (Kis. 15:39), Tuhan mempertemukan Paulus dengan Timotius di Listra (Kis. 16:1-3). Timotius mengikuti Paulus dalam pelayanan misi yang kedua dan di sinilah Timotius bertumbuh menjadi murid sekaligus anak rohani Paulus. Timotius pun mengikuti Paulus dalam hampir semua pelayanan misi Paulus yang kedua dan ketiga.

Setelah Paulus menjalani pemenjaraannya yang pertama, Paulus meninggalkan Timotius di Efesus sebagai pemimpin gereja. Timotius diberi tanggung jawab yang besar, yaitu menghadapi orang-orang murtad yang mengacau gereja setempat. Timotius juga bertanggung jawab dalam menata kebaktian gereja, memilih dan meneguhkan penatua-penatua, mengatur bantuan dan pelayanan kepada para janda, memberlakukan dan mengajarkan iman rasuli. Walaupun sudah memimpin jemaat, Timotius terus dimuridkan oleh Paulus melalui surat 1-2 Timotius ini. Hal inilah yang membuat Timotius dapat berakar dan bertumbuh dalam Kristus.

Demikian pula dengan kita sebagai anak-anak Tuhan yang harus memiliki hati seorang murid seumur hidup. Hati seorang murid adalah hati yang mau dengar-dengaran suara Tuhan. Namun, ada titik dimana walaupun kita menjadi murid kita juga harus siap memuridkan agar berbuah.

  1. Mewarisi Nilai Keluarga Kristen

Timotius merupakan anak dari pernikahan campuran. Ayahnya adalah seorang Yunani sedangkan ibunya, adalah Eunike adalah wanita Yahudi yang percaya Kristus dan menjadi Kristen (Kis. 16:1). Neneknya, Lois telah lebih dahulu bertobat, sebab Paulus berbicara tentang iman dari tiga generasi (2 Tim. 1:5). Baik Lois, Eunike dan Timotius bertobat karena pelayanan Paulus di Listra. Lois dan Eunike berhasil mewariskan iman mereka kepada Timotius. Inilah yang membuat Timotius memiliki dasar iman yang kuat.

Dari sini kita belajar bahwa untuk kuat berakar di dalam Tuhan, maka kita harus memiliki keluarga yang terus-menerus menurunkan atau mewariskan iman Kristen. Mewariskan iman Kristen berarti iman itu harus teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

Sebagai kesimpulan, memiliki hati seorang murid dan mewarisi nilai-nilai kekristenan dari keluarga menjadi hal-hal yang memampukan kita dan anggota keluarga kita untuk terus kuat berakar, bertumbuh, bahkan berbuah di dalam Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

Dibuat oleh: Pnt.K. Cahyono Candra

Article by Admin