MENSYUKURI PERTOLONGAN TUHAN Featured
Mazmur 124
Minggu ini kita merenungkan firman Tuhan dengan tema “Mensyukuri Pertolongan Tuhan.” Setiap orang tentu pernah mengalami pertolongan Tuhan. Namun, bagaimana respons kita ketika mengalami pertolongan-Nya?
Ada orang yang merasa hidupnya sepenuhnya bergantung pada dirinya sendiri. Ketika sakit, ia berobat; ketika ingin berhasil, ia bekerja keras. Ada juga yang merasa Tuhan memang harus menolong karena sudah percaya, berdoa, melayani, dan memberi persembahan. Tetapi ada respons yang ketiga, yaitu menyadari bahwa pertolongan Tuhan adalah anugerah. Kita tidak selalu layak menerimanya, tetapi Tuhan tetap menolong karena kasih dan kebaikan-Nya. Hidup, kesehatan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan berbagai kemampuan yang kita miliki semuanya adalah anugerah Tuhan.
Mazmur 124 mengajak kita melihat kembali perjalanan hidup dan mengingat pertolongan Tuhan. Mazmur ini merupakan salah satu nyanyian ziarah dan mengungkapkan pengalaman umat Tuhan yang menyadari bahwa mereka dapat bertahan bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena Tuhan menyertai mereka. Karena itu pemazmur berkata, “Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita…” (ay. 1).
Ada tiga hal yang dapat kita renungkan. Pertama, bersyukurlah karena Tuhan selalu menyertai kita (ay. 1-2). Sering kali kita baru menyadari pertolongan Tuhan setelah masalah berlalu. Padahal sejak awal Tuhan sudah bekerja: membuka jalan, memberikan hikmat, mengirimkan orang yang menolong, dan memberikan kekuatan. Belajarlah melihat kehidupan dengan “kacamata syukur”, bukan hanya dengan “kacamata masalah”. Kedua, bersyukurlah karena Tuhan melepaskan kita dari bahaya (ay. 3-7). Ada bahaya yang kita sadari dan ada yang tidak kita ketahui. Tuhan mungkin telah melindungi
kita dari kecelakaan, menjaga keluarga, memulihkan kita, atau menghindarkan kita dari keputusan yang salah. Jangan hanya mengingat mukjizat besar, tetapi syukurilah juga pertolongan Tuhan setiap hari. Ketiga, percayalah bahwa pertolongan Tuhan tetap dapat diandalkan (ay. 8). Manusia, kesehatan, keuangan, dan keadaan dapat berubah, tetapi Tuhan tetap sama. Karena itu pemazmur berkata, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”
Kita melihat hal yang sama dalam kisah Tuhan Yesus menenangkan angin ribut (Mrk. 4:35-41). Ketika murid-murid ketakutan di tengah badai, Yesus hadir dan menenangkan badai. Kehadiran-Nya memberi pertolongan dan menguatkan iman mereka.
Dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, marilah kita juga mensyukuri pertolongan Tuhan atas bangsa dan kehidupan kita. Kemerdekaan adalah anugerah yang patut disyukuri dan diisi dengan kehidupan yang bertanggung jawab. Apa pun keadaan kita saat ini, jangan hanya melihat besarnya masalah. Ingatlah besarnya pertolongan Tuhan. Teruslah mengandalkan-Nya dan belajar berkata bersama pemazmur: “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi” (Mzm. 124:8). Amin.
Dibuat oleh: Pdt. Andri Wahyudi